CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN FUNGSI RAGAM SASTRA

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN FUNGSI RAGAM SASTRA

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN FUNGSI RAGAM SASTRA

Contoh soal dan pembahasan tentang fungsi dan ragam sastra ini sengaja disusun untuk membantu murid dalam mempelajari dan memahami apresiasi sastra. Topik apresiasi sastra meliputi beberapa kajian antaralain pengertian dan fungsi sastra, ragam sastra, jenis-jenis puisi, jenis-jenis prosa, dan drama. Jenis-jenis puisi meliputi puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer. Bentuk-bentuk prosa meliputi cerpen, novel, hikayat, dongeng, mite, dan legenda. Berdasarkan kajian tersebut, Bahanbelajarsekolah.blogspot.com menyusun contoh soal ini dalam beberapa model soal, yaitu menentukan fungsi sastra dalam kehidupan, menentukan jenis atau bentuk-bentuk puisi, mengidentifikasi karya sastra pengarang terkenal, menentukan makna atau pesan yang terkandung dalam sebuah puisi, menentukan gaya bahasa yang digunakan dalam sebuah puisi, menentukan tema sebuah puisi, dan mengubah puisi menjadi bentuk prosa melalui parafrase.
CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN FUNGSI RAGAM SASTRA

Soal 1
Berikut ini merupakan fungsi-fungsi sastra bagi kehidupan, kecuali ...
A. Fungsi reaktif
B. Fungsi didaktif
C. Fungsi estetis
D. Fungsi moralitas
E. Fungsi mentalitas

Pembahasan :
Fungsi atau manfaat sastra dapat digolongka menjadi lima jenis, yaitu:
1. Reaktif : memberi rasa senang atau gembira
2. Didaktif : mendidik dengan nilai-nilai yang terkandung
3. Estetis : memberikan keindahan bagi pembaca
4. Moralitas : membedakan moral baik dan tidak baik
5. Religiusitas : mengandung nilai agama yang dapat diteladani

Jadi, yang bukan fungsi sastra adalah fungsi mentalitas.
Jawaban : E

Soal 2
Bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang singkat, padat, bermakna konotatif dengan gaya bahasa tertentu adalah ...
A. Puisi
B. Prosa
C. Mite
D. Drama
E. Hikayat

Pembahasan :
Ragam sastra tediri dari tiga jenis utama, yaitu puisi, prosa, dan drama. Puisi menggunakan bahasa yang singkat, padat, bermakna konotatif, menggunakan gaya bahasa tertentu. Prosa menggunakan bahasa bebas dan panjang, tidak terikat oleh irama, rima, atau kemerduan bunyi. Drama menggunakan bahasa bebas dan panjang, dialog, penokohan, dan pementasan.

Mite dan hikayat merupakan bagian dari prosa. Jadi, bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang singkat, padat, bermakna konotatif dengan gaya bahasa tertentu adalah puisi.
Jawaban : A

Soal 3
Puisi yang dibuat dengan untaian lima baris disebut ...
A. Terzina
B. Kuartett
C. Sektet
D. Quin
E. Soneta

Pembahasan :
Berdasarkan untaian barisnya, puisi dikelompokkan menjadi beberapa jenis dan lima di antaranya adalah:
1. Terzina : untaian tiga baris
2. Kuartet : untaian empat baris
3. Quin : untaian lima baris
4. Sektet : untaian enam baris
5. Soneta : untaian empat belas baris

Jadi, puisi yang dibuat dengan untaian lima baris disebut quin.
Jawaban : D

Soal 4
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku semakin tinggi

Kata petang pada larik ketiga puisi tersebut memiliki makna lambang ...
A. Waktu sore hari
B. Kehidupan manusia
C. Suasana senja
D. Masa tua
E. Perasaan manusia

Pembahasan :
Pada puisi di atas dapat kita lihat bahwa pengarang mencoba menyampaikan tentang perjalanan hidup manusia dengan kata kiasan yang membandingkan masa atau usia dengan waktu. Kata petang pada puisi tersebut menmpunyai makna masa tua.
Jawaban : D

Baca juga : Contoh Soal dan Pembahasan Gaya Bahasa Majas.

Soal 5
Petir menyambar, menyambuk pepohonan
Hujan menjerit memekakkan telinga
Angin berhembus menyapu airmata
Di sana, bocah kecil terbujur kaku

Gaya bahasa yang digunakan pada puisi di atas adalah ...
A. Hiperbola
B. Personifikasi
C. Repetisi
D. Metafora
E. Alegori

Pembahasan :
Pada puisi tersebut dapat kita lihat bahwa pengarang menganggap benda mati seolah-olah dapat melakukan kegiatan yang dilakukan oleh manusia seperti menyambuk, menjerit, dan menyapu. Dengan demikian, majas atau gaya bahasa yang digunakan adalah personifikasi, yaitu majas yang membandingkan benda dengan perilaku manusia atau disebut penginsanan.
Jawaban : B

Soal 6
Dalam kitab suci semua orang disayangi
Pel4cur, penjahat, dan para p3njud1
Termasuk tentara dan polisi
Sifat yang keji
Itulah mesti dijauhi

Amanat yang ingin disampaikan pengarang dalam puisi di atas adalah ...
A. Menjadi penjahat dan pel4cur itu bisa menjadi baik
B. Pel4cur, penjahat, dan p3njud1 diperbolehkan
C. Pel4cur4n dan p3rjud1an tidak boleh dilarang
D. Semua orang harus menghindari perbuatan yang keji
E. Semua orang harus dibiarkan bebas memenuhi hak asasinya

Pembahasan :
Amanat adalah makna atau pesan yang terkandung dalam sebuah puisi. Puisi di atas ingin menyampaikan amanat agar semua orang saling menyayangi dan semua orang harus menghindari perbuatan yang keji.
Jawaban : D

Soal 7
Derai-derai angin pagi
Derai hati memandang padi
Mengalun hijau lautan
Tersungging senyum perawan

Alasan penyair memilih kata perawan alih-alih gadis dalam puisi tersebut adalah ....
A. Mencari persajakan dengan larik sebelumnya
B. Kata perawan tidak bermakna sama dengan gadis
C. Merasa tabu menggunakan kata gadis
D. Tergantung keinginan penyair
E. Lebih menyukai kata perawan

Pembahasan :
Alasan penyair memilihi kata perawan dalam puisi tersebut adalah untuk mencari persajakan dengan larik sebelumnya yaitu lautan, sehingga menimbulkan bunyi yang sama.
Jawaban : A

Soal 8
saya mengerti
tentang kematian
tetapi mengerti sekali tentang diri
tak mengenal benar akan kelahiran
tapi sadar akan cinta

Makna yang terkandung dalam bait puisi di atas adalah ...
A. Apalah artinya diri, yang penting urusan mati.
B. Penyair tidak tahu benar tentang kematian sehingga belum rela mati.
C. Yang lebih penting bukan urusan lahir atau mati tetapi kehadiran diri dan cinta.
D. Sadar akan kematian dan kelahiran sama dengan sadar akan kehadiran diri dan cinta.
E. Penyair tidak peduli pada lahir, mati, dan cinta.

Pembahasan :
Puisi di atas mengandung makna: yang lebih penting bukanlah urusan lahir atau mati, tetapi kehadiran diri dan cinta. Hal ini terlihat dari penggunaan kata mengerti sekali pada larik kedua dan sadar pada larik keempat.
Jawaban : C

Soal 9
Karena kasih-Mu
Engkau tentukan waktu
Sehari lima kali kita bertemu

Tema puisi di atas yang tepat adalah ....
A. Ketuhanan
B. Percintaan
C. Cinta tanah air
D. Keindahan alam
E. Kemanusiaan

Pembahasan :
Penggunaan huruf kapital pada kata Mu menunjukkan bahwa larik itu ditujukan untuk Tuhan. Sehari lima waktu menunjukkan waktu ibadah umat muslim. Jadi, tema puisi di atas adalah ketuhanan.
Jawaban : A

Soal 10
Datanglah engkau wahai maut
Lepaskan aku dari nestapa
Engkau lagi tempatku berpaut
Di waktu ini gelap gulita

Jika sajak di atas diprosakan dan dinyatakan dengan beberapa pilihan kalimat di bawah ini:
1. Penyair meminta maut datang untuk melepaskannya dari kesedihan
2. Supaya kesdihannya lenyap, penyair memilih untuk mati
3. Maut itu tempatnya meminta pertolongan karena waktu itu hatinya diliputi kekacauan
4. Seorang temannya menganjurkan untuk menghabisi nyawanya
5. Seorang yang ingin cepat mati.

Pilihan kalimat yang tepat adalah ...
A. 1, 2, 3
B. 1, 2, 5
C. 1, 3, 4
D. 2, 3, 4
E. 3, 4, 5

Pembahasan :
Proses mengubah sajak puisi ke dalam bentuk prosa disebut parafrasa. Pilihan kalimat yang tepat untuk memprosakan puisi tersebut adalah sebagai berikut:
Larik 1 & 2 : penyair mengharap maut menjemputnya agar terlepas dari kesedihan
Larik 3 : penyair menganggap kematian adalah sebuah jalan agar terlepas dari kesedihan
Larik 4 : penyair sedang dalam keadaan sedih atau kacau

Jadi, pilihan kalimat yang tepat adalah 1, 2, dan 3.
Jawaban : A
Blogger
Sistem Komentar

No comments

Advertiser